Rabu, 02 Desember 2015

Tagged Under:

Video Gender

By: Unknown On: 05.04
  • Share The Gag
  • Perempuan Nias 
     
    Dalam video ini mengisahkan kekerasan dalam rumah tangga, seorang perempuan nias yang hidup dalam budaya patriarki, ia selalu diperlakukan dengan kasar oleh suaminya, tidak segan-segan suaminya menampar dan memukul istri dihadapan anak-anaknya dan istri tersebut tidak mampu melakukan perlawanan apapun. Namun kisah dalam video ini lebih terlihat menarik lagi dengan adanya perlawanan dari seorang anak perempuan yang menolak untuk dinikahkan pada usia dini, silahkan simak ceritanya…



    Tutur Perubahan


    Video ini menggambarkan kehidupan tradisi flores timur (NTT), disana kehidupan ekonomi masyarakat menuju kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, dimana kemiskinan membuat laki-laki maupun perempuan harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, namun tetap saja dalam adat istiadat, masyarakat dan system pemerintahan, perempuan tidak mendapat hak suara dalam mengambil keputusan dalam keluarga, padahal jika dilihat lebih dalam, pekerjaan perempuan lebih berat daripada laki-laki, simak ceritanya disini…


    Wanita di Balik Merah Putih (R.A. Kartini, Cut Nyak Dhien, Fatmawati)


    Kesetaraan Gender (equality)

    Video ini memperlihatkan kesetaraan gender dimana perempuan yang di klaim hanya bisa bekerja di dapur, sumur dan kasur tetapi nyatanya mereka mampu melakukan pekerjaan yang biasa dikerjakan oleh kaum laki-laki, seperti menjadi juru parkir perempuan, menjadi kenek kopaja, menjadi supir bus dan sebagainya



    Hijabers yang Tersakiti karena Poligami

    Video ini merupakan curahan kesedihan mba Ana Abdul Hamid yang dipoligami oleh suaminya. Ia sangat sedih dan protes terhadap perlakuan suaminya yang membagi cintanya dengan perempuan lain, ia merasa sangat tersakiti dan terpaksa untuk berbagi suami. Ia berusaha bertahan selama lima tahun, namun akhirnya ia pun menyerah.




    Dengar Kesaksian Kupang, NTT- 'Guru Anggota Gerwani'



    [Democracy Project] Yuniyanti Chuzaifah tentang Kontribusi Gerakan Perempuan Marginal

    Dalam video ini Yuniyanti Chuzaifah (Ketua Komnas Perempuan) memaparkan bagaimana konstribusi gerakan perempuan yang termarjinalkan dalam menshapping Indonesia dan menshapping cara beragama, hal ini menurutnya sangat menarik karena selama ini kita berasmsi bahwa perempuan tidak mempunyai konstribusi, tetapi melalui fenomena migrasi, telah banyak merubah paradigma dan fenomena lain. Misalnya ketika istri menjadi TKW untuk mencari nafkah, tetapi dalam tradisi agama bahwa kepala keluarga adalah laki-laki. Lalu bagaimana agama menjawab fenomena tersebut ketika sudah banyak terjadi pergeseran perempuan, banyak perempuan yang mencari nafkah, apakah bisa dikatakan sebagai kepala keluarga?? Untuk lebih jelasnya silahkan tonton video berikut……..





    0 komentar:

    Posting Komentar