Agama Islam
Bias gender
1.
Status perempuan Q.S an-Nahl:57
وَيَجْعَلُونَ
لِلَّهِ الْبَنَاتِ سُبْحَانَهُ ۙ وَلَهُمْ مَا يَشْتَهُو
Artinya: “Dan mereka menetapkan bagi Allah
anak-anak perempuan. Maha suci Allah atas semua yang mereka sekutukan
kepada-Nya. Dan bagi mereka sendiri (mereka tetapkan) apa yang mereka sukai
yaitu anak laki-laki”
Dalam ayat ini dapat kita temukan ungkapan kebencian
kaum pagan arab terhadap perempuan, kaum perempuan ditindas, dilecehkan dan
dibenci oleh orang tua mereka.
Q.S an-Nahl: 58-59
وَإِذَا
بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالْأُنْثَى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ (58)
يَتَوَارَى مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ أَيُمْسِكُهُ عَلَى هُونٍ
أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ أَلَا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ (59)
“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan
(kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat
marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita
yang disampaikan kepadanya. Apakah ia akan memeliharanya dengan menanggung
kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah,
alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.”
Q.S Al-Baqarah: 228
وَالْمُطَلَّقَاتُ
يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلاَثَةَ قُرُوءٍ وَلاَيَحِلُّ لَهُنَّ أَن
يَكْتُمْنَ مَاخَلَقَ اللهُ فِي أَرْحَامِهِنَّ إِن كُنَّ يُؤْمِنَّ بِاللهِ
وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ وَبُعُولَتُهُنَّ أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِي ذَلِكَ إِنْ
أَرَادُوا إِصْلاَحًا وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ
عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ وَاللهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ {228}
“…..dan para perempuan mempunyai hak yang seimbang
menurut cara yang baik. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan
kelebihan daripada istrinya.”
2.
Larangan perempuan untuk keluar rumah Q.S
Al-Azhab: 33
وَقَرْنَ
فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى وَأَقِمْنَ
الصَّلاةَ وآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ
اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ
تَطْهِيرًا (٣٣)
“Dan hendaklah kalian (wahai para istri nabi) tetap
dirumah kalian dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti
orang-orang jahiliyah dulu.”
3.
Tentang Kepemimpinan: Q.S an-Nisa/4: 34
الرَجال قوَامون على
النَساء بما فضَل الله بعضهم على بعض وبما انفقوا من اموالهم
Artinya: “Kaum laki-laki
itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan
sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena
mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu
maka wanita yang saleh, ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri
ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).
Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan
pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka.Kemudian jika
mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.
Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
4.
Tentang Hak Waris: Q.S an-Nisa/4: 11
يوصيكم الله فى
اولادكم للذّكز مثل حظّ الأنثيين فان كنّ نساء فوق اثنتين فلهنّ ثلثا ما ترك
Allah mensyari’atkan
bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu : bahagian seorang
anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu
semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang
ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta.
Dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang
ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal
tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), maka ibunya
mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka
ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah
dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang)
orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang
lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
5.
Tentang kejatuhan adam dikarenakan godaan hawa Q.S
al-A’rof: 20-22
وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ
Dan dia (setan) bersumpah kepada
keduanya. "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat
kepada kamu berdua",
فَدَلاهُمَا بِغُرُورٍ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ
بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ
وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُلْ
لَكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُبِينٌ
maka setan membujuk
keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah
merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah
keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru
mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan
Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi
kamu berdua?"
6.
Tentang penciptaan perempuan dari tulang rusuk
laki-laki Q.S an-Nisa:1
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ
الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ
مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي
تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
﴿النساء:١﴾
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah
menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan
isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan
perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan)
nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan
silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”
7.
Hadits mengenai kepemimpinan
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Bakrah yang berbunyi: ”Tidak
akan berjaya suatu kaum yang menyerahkan urusannya kepada perempuan” (HR.
Bukhari, Ahmad, al nasa’i dan al-tirmidzi)
8.
Hadits mengenai kepemilikan
yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas: “jika seorang
laki-laki meninggal dunia maka para kerabatnya berhak mewarisi isteri laki-laki
tersebut. jika mau, salah seorang diantara mereka boleh menikahinya, atau
mereka boleh memaksanya untuk nikah, atau jika mau, mereka tidak akan
menikahkannya dengan siapapun, dan mereka berhak untuk mengurusnya daripada
kerabat si perempuan itu sendiri.”
Adil gender
1.
Tentang kepemilikan Q.S an-Nisa: 19
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا
النِّسَاءَ كَرْهًا وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ مَا
آَتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ
كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ
خَيْرًا كَثِيرً
Artinya: “Hai orang yang beriman, tidak halal bagi
kamu mewarisi perempuan dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan
mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu
berikan kepadanya”
2.
Dalam bidang politik Q.S at-Taubah/9:71
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ
ۚيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ
الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚأُولَٰئِكَ
سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ۗإِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Artinya: “dan orang-orang yang beriman, lelaki dan
perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang
lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar,
mendirikan sholat, menunaikan zakat dan mereka yang taat pada Allah dan
rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh allah; sesungguhnya allah maha
perkasa lagi maha bijaksana.”
3.
Laki-laki dan perempuan sama-sama menerima perjanjian premodial Q.S
al-A’raf: 172
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ
ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ
قَالُوا بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا ۛ أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا
عَنْ هَٰذَا غَافِلِينَ
Artinya: “dan (ingatlah) ketika tuhanmu
mengeluarkan keturunan anak-anak adam dari sulbi mereka dan allah mengambil
kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “bukankah aku ini tuhanmu?”
mereka menjawab: “betul (engkau tuhan kami), kami menjadi saksi”. (kami lakukan
yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “sesungguhnya
kami (bani adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan tuhan)”.
4.
Tentang keimanan Q.S an-Nisa: 124
وَمَنْ
يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ
فَأُولَٰئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا
Artinya: “barang siapa mengerjakan amal-amal saleh,
laki-laki maupun wanita, sedangkan ia beriman, mereka itu masuk surge dan tidak
akan dianiaya walau sedikitpun.”
5.
Hadits Tentang
mengimami sholat berjama’ah.
Landasan pandangan dalam hal ini mengacu pada “Hadist
Ummu Waraqah”, yang berbunyi:
حدثنا ابونعيم قال حدثنا الوليد قال حدثتني جدتي
عن ام ورقة بنت عبدالله بن الحارث الانصاري وكانت قدجمعت القرآن وكان النبي صلى
الله عليه و سلم قد امرهاان تؤم اهل دارها وكان لها مؤذن وكانت تؤم اهل دارها.
Hadist di atas menceritakan bahwa Rasulullah telah memerintahkan Ummu Waraqah
untuk mengimami keluarganya dan ia mempunyai seorang muadzin dan menjadi imam
anggota keluarganya.
6.
Hadits Tentang kepemimpinan
Hadits Laa
yuflih qawm wallaw amrahum imra’ah dikritik oleh Fatima Mernessi yang
merupakan salah satu tokoh feminis internasional, ia mengkritisi hadits
tersebut dari sisi salah satu periwayatnya yaitu Abu Bakrah, Abu Bakrah pernah
terlibat saksi palsu pada masa khalifah Umar Ibn Khatab. Oleh karena itu
bagaimana bisa hadits ini dikatakan shahih apabila ada kecacatan dalam
perawinya. Maka hadits ini tidak bisa diterima.
7.
Hadits tentang tanggung jawab laki-laki dan
perempuan
”setiap dari kalian adalah pemimpin dan akan
dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang imam (penguasa)
adalah pemimpin dan dia bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Dan, orang
laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya dan bertanggung jawab atas
kepemimpinannya. Dan, wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan
dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya, dan seorang pelayan adalah
pemimpin atas harta tuannya dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas
kepemimpinannya itu. Masing-masing dari kalian adalah pemimpn dan akan dimintai
pertanggungjawaban atas kepemimpinan kalian.” (Muttafaq alaihi).
8.
Hadits tentang wanita dibolehkan bekerja di bidang
pertanian
Hadits ini diriwayatkan oleh jabir bin abdullah, ia
berkata ”bibiku bercerai dan dia bermaksud hendak mengambil buah kurma pada
masa ’iddahnya. Namun ada seorang lelaki menghardiknya agar jangan keluar dari
rumahnya. Lalu bibiku pergi menemui Rasulullah SAW (untuk menanyakan masalah
ini). Nabi SAW bersabda: ’tidak apa-apa, potonglah buah kurmamu. Barangkali
dengan begitu kamu bisa bersedekah atau melakukan suatu kebajikan.” (H.R
Muslim).
9.
Hadits tentang wanita dibolehkan bekerja dalam
bidang peternakan
Hadits ini diriwayatkan oleh sa’ad bin mu’adz
berkata, bahwa seorang budak perempuan milik ka’ab bin malik pada suatu hari
menggembalakan kambing di daerah sal’i (kawasan perbukitan di madinah).
Tiba-tiba ada seekor kambing yang mau mati. Lalu budak perempuan itu mengambil
sebuah batu, kemudian menyembelih kambing tersebut dengan pecahan batu itu.
Ketika hal itu ditanyakan kepada Nabi SAW, beliau menjawab: ”makan saja kambing
itu.” (H.R Bukhari).
10.
Hadits tentang perempuan dibolehkan bekerja dalam
bidang perawatan
Hadits ini diriwayatkan oleh Aisyah RA, ia berkata:
”sa’ad terluka saat perang khanda, lantas Nbi SAW mendirikan tenda dalam
masjid, agar beliau dapat menjenguk sa’ad dari dekat.” (H.R Bukhari dan
Muslim).
11.
Hadits-hadits yang memuliakan perempuan
”dari abu hurairah r.a, beliau berkata: ”seseorang
datang kepada rasulullah saw dan berkata, ’wahai rasulullah, kepada siapakah
aku harus berbakti pertama kali?’ nabi saw menjawab, ’ibumu!’. Dan orang
tersebut bertanya kembali, ’kemudian siapa lagi?’, nabi saw menjawab, ’ibumu!’,
orang tersebut bertanya kembali, ’kemudian siapa lagi?’ beliau menjawab,
’ibumu’. Orang tersebut bertanya kembali, ’kemudian siapa lagi?’, nabi saw
menjawab, ’kemudian ayahmu’. (H.R Bukhari no. 5971 dan Muslim no.2548)
Hadits lain yang berbicara tentang kemuliaan
perempuan diantaranya adalah:
”wanita yang shalehh itu lebih baik dari 70 orang
pria yang sholeh”, ”barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya,
derajatnya seumpama orang yang senantiasa menangis karena takut kepada allah
swt dan orang yang takut kepada allah swt akan diharamkan api neraka atas
tubuhnya.” ”hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak laki-laki maka
barang siapa yang menggembirakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan
anak Nabi Ismail a.s.”
12.
Hadits tentang larangan meminang perempuan yang
telah dipinang oleh orang lain.
”dari abdurrahman bin syumasah, bahwa dia telah
mendengar uqbah bin amir ra berkata di atas mimbar, ’sesungguhnya rasulullah
saw bersabda, ’seorang mukmin itu saudara mukmin yang lain. Oleh karena itu,
seorang mukmin tidak boleh membeli sesuatu yang masih dalam penawaran
saudaranya, juga tidak boleh melamar perempuan yang telah dipinang oleh
saudaranya kecuali ia telah meninggalkannya.” (Muslim 4/139).
13.
Hadits yang menerangkan tentang ibadah haji bagi
wanita
”dari ibrahim bin abdurrahman bin auf, bahwa
umar ra mengizinkan istri-istri nabi saw untuk melaksanakan haji mereka yang
terakhir. Umar mengutus usman bin affan dan abdurrahman bin auf bersama
mereka.”
”dari aisyah ummul mukminin ra, dia berkata: aku
berkata kepada rasulullah saw, ’wahai rasulullah, apakah kami (kaum wanita)
tidak dapat ikut serta dalam berperang dan berjihad bersama kalian (kaum
lelaki)?’ rasulullah saw bersabda, ’kamu sekalian (kaum wanita) memiliki jihad
(perjuangan) yang lebih baik dan lebih indah. (jihad itu adalah) haji, yaitu
haji yang mabrur.’ Lalu aisyah berkata, ’aku tidak pernah meninggalkan haji
sesudah mendengar sabda rasulullah tersebut.”
Agama Kristen
Bias gender
1.
Tentang kejatuhan manusia
Alkitab
mencatat bahwa hubungan yang timpang antara laki-laki dan perempun itu terjadi
setelah manusia memakan buah yang dilarang oleh Allah (Kej. 3:12 dst). Adam
mempersalahkan Hawa sebagai pembawa dosa, Bible menyatakan “Perempuan (Hawa)
yang tergoda Iblis untuk memakan buah pohon pengetahuan dan menyebabkan
laki-laki (Adam) ikut memakan buah tersebut dan melanggar larangan Tuhan” (1
Tim 2: 13).
2.
Tentang penciptaan
“…laki-laki
menyinarkan gambaran dan kemuliaan allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan
laki-laki. Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuan
berasal dari laki-laki.” (1 Korintus 11:7-8)
penciptaan
perempuan sesudah laki-laki (Kej. 2-3),
“karena
adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah hawa. Lagipula bukan adam yang
tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh kedalam dosa.”
(Kej.3, 1 Tim 2: 13-14).
3.
Tentang hak suara
Perempuan
tidak memiliki hak suara di gereja (I Kor 14; 1 Tim 2) dan perempuan harus
menempatkan diri dibawah suami (Ef 5).
4.
Tentang kepemimpinan
“Kepala dari tiap laki-laki adalah Kristus, kepala dari perempuan adalah
laki-laki dan kepada dari Kristus ialah Allah sebab laki-laki tidak berasal
dari perempuan, tapi perempuan berasal dari laki-laki.” (1 Kor 11:3,
8). Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh. Aku
tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah
laki-laki; hendaklah ia berdiam diri” (1 Timotius 2: 11-12)
Adil gender
1.
Tentang penciptaan
Di dalam alkitab pada Kejadian 1:27 "Maka
Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah
diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka." disini
berarti bahwa Allah menciptakan manusia baik perempuan dan laki-laki dengan
derajat yang sama dan menurut gambar Allah, disamping itu juga menekankan bahwa
manusia itu sama hakekat dengan Sang Pencipta.
“Laki-laki dan perempuan
diciptakan-Nya mereka. Ia memberkati mereka dan memberikan nama “Manusia”
kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan” (Kejadian 5:2)
2.
Tentang peribadatan
“Maka
datanglah mereka, baik laki-laki maupun perempuan, setiap orang yang terdorong
hatinya, dengan membawa anting-anting hidung, anting-anting telinga, cincin
meterai dan kerongsang, segala macam barang emas; demikian juga setiap orang
yang mempersembahkan persembahan unjukan dari emas bagi TUHAN” (Keluaran
35:22)
3.
Kesetaraan laki-laki maupun perempuan dihadapan Tuhan
Firman tuhan
menegaskan: “namun demikian, dalam tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki
dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan. Sebab sama seperti perempuan berasal
dari laki-laki, demikian pula laki-laki dilahirkan oleh perempuan dan segala
sesuatu berasal dari allah.” (1 Korintus 11:11-12).
Agama Yahudi
Bias gender
1.
Citra perempuan
Dalam agama Yahudi, derajat
perempuan sangat rendah. Hal ini sesuai dengan kalimat doa yang tercantum dalam
kitab Talmud yaitu : “Saya
Berterimakasih Pada-Mu Tuhan, Karena Tidak Menjadikanku Perempuan.” Selain itu,
perempuan dianggap sebagai makhluk yang terkutuk dan penuh dosa karena telah
menyebabkan Nabi Adam diusir dari surga. Oleh karenanya perempuan dikutuk untuk
melahirkan dengan rasa sakit, mengalami menstruasi dan sebagainya.
2.
Dalam bidang ekonomi
Dalam exsodus
dikatakan bahwa: “jika seorang anak laki-laki menjual anka perempuannya
untuk dijadikan budak, maka anak tersebut tidak dapat diperlakukan seperti
budak-budak lainnya.” Artinya anak perempuan tersebut tidak dapat ditebus
kembali maupun dibebaskan akan tetap menjadi budak selamanya.
Pada kasus tesebut dia diperlakukan
sebagai budak dan setiap ayah yang takut pada kemiskinan maka ia berhak menjual
anak perempuannya untuk dijadikan budak.
3.
Dalam peribadatan
Perempuan tidak termasuk dalam
munyan, jumlah sepuluh wajib bagi pelaksanaan sembahyang. Meskipun tidak ada
hokum yang melarang memanggil perempuan untuk membaca Torah, mereka tidak
dipanggil, karena “martabat komunitas tersebut” (Meg. 23a). bahkan peran
keagamaan yang kecil tidak di anjurkan, karena Talmud memasukkan perkataan
keras, “terkutuklah laki-laki yang mengizinkan istrinya membawa rahmat
baginya pada jum’at malam” (Ber. 20b)
4.
Kejatuhan adam karena hawa
Dalam kitab PL, Kejadian 2:4-3:24,
yang intinya: Tuhan melarang mereka memakan buah dari pohon terlarang. Ular
datang dan membujuk hawa untuk memakannya, dan selanjutnya, hawa membujuk adam
untuk makan bersamanya. Ketika tuhan menegur adam atas apa yang telah dilakukannya
tersebut, adam meletakkan kesalahan semua kepada hawa: “wanita yang kau
berikan kepada saya, dia memberi buah tersebut kepada saya, lalu saya memaknnya.”
Akibatnya tuhan berkata kepada hawa: “saya akan menambah kesusahan kepadamu
pada waktu kamu hamil dan pada waktu kamu melahirkan. Hasratmu hanya untuk
suamimu dan dia akan mengatur kamu.”
Agama Hindu
Bias gender
1.
Tentang penciptaan
Dalam Veda Samrti Buku IX:17
disebutkan : Sayasanam alankaram kamam
krodham
anarjavam.
Drobhavam kucaryan ca srtibhyo manur akalpayat. Artinya:
ketika menciptakan mereka Manu telah menetapkan untuk wanita itu sifat senang
akan tempat tidur, akan tempat duduk mereka dan perhiasan, keinginan yang tidak
suci, barang tidak setia, kejam dan perbuatan-perbuatan yang tidak baik.
2.
Tentang peribadatan
Dalam Veda Samrti Buku IX:18
disebutkan : Nasti strinam kriya mantrair
iti dharmo vyavasthitih, nirindriya hy amantras ca striyo nrtam iti sthitih.
Artinya: tak ada upacara yang perlu dilakukan dengan mempergunakan mantra suci
bagi wanita, demikianlah telah ditetapkan dalam undang-undang. Wanita kurang
akan kekuatan dan kurang pengetahuan tentang Veda, tidak suci seperti kepalsuan
itu, demikian ketetapan hukum itu.
Adil gender
1.
Tentang penciptaan
“Yo’ sāvatindriya grāhyah suksmo’ vyaktah
sanatanah, sarvabhuta mayo’ cintyah sa eva svayam udbabhau” (Ia yang di luar jangkauan pemahaman indra, halus, tak berwujud, kekal,
yang tak terukur, asala mula dari semua ciptaan ini, yang dimunculkan dari
diri-Nya sendiri)
Penciptaan alam dalam hindu dijelaskan bahwa brahma: pencipta alam dipandang
sebagai laki-laki sekaligus perempuan.
Brahma membagi dirinya menjadi dua, sebagai purusha
(pria) dan sebagian yang lain sebagai prakriti (wanita).
Hal ini memberi pengertian lebih jelas bahwa pria dan
wanita merupakan emanasi langsung dari jasad Tuhan sendiri, maka perempuan
adalah bagian dari kekuatan Tuhan yang asli, yang berarti kekuatan Tuhan.
Dengan demikian secara esensial, terdapat kesamaan spiritual antara pria dan
wanita. Interaksi yang harmonis antara purusha dan prakriti menyebabkan
terciptanya alam ini.
Dalam Manawa
Dharmasastra I.32 ada dinyatakan bahwa laki dan perempuan sama-sama diciptakan
oleh Tuhan. Dalam ajaran Hindu tidak dikenal bahwa wanita itu berasal dari
tulang rusuk laki-laki. Ini artinya menurut sloka Manawa Dharmasastra tersebut
bahwa laki dan perempuan menurut pandangan Hindu memiliki kesetaraan.
2.
Penghormatan terhadap perempuan
“Kamamamaranattistheg Grhe karyantum atyapi, Nacaivainam
prayacchettu Guna hinaya karhicit”.
Artinya: Tetapi walaupun wanita itu
sudah cukup umur untuk kawin, hendaknya ia ditahan saja di rumah oleh orang
tuanya sampai mati daripada dia di kawinkan dengan laki-laki yang tidak
memiliki sifat baik.[Manawa dharma sastra IX. 89]
“yatra naryastu pujyante ramante
tatra dewatah yatraitstu na pujyante sarwastalah kriyah”
Artinya: dimana wanita dihormati,
disana ada kebahagiaan dan kesejahteraan, dan dimana wanita tidak di hormati,
tidak ada pekerjaan yang menghasilkan. [Manawa dharma satra III: 55]
3. Perlindungan terhadap
perempuan
“Suksmebhyopi
prasanggebhyah striyo raksya wieesatah. Dwayorhi kulayoh cokam awaheyure
raksitah.”
Artinya:
wanita, teristimewa harus dilindungi dari kecenderungan untuk berbuat jahat,
bagaimanapun sedih tampaknya, jika mereka tidak dijaga, akan membawa
penderitaan dan kehancuran kepada kedua belah pihak. [Manawa dharma sastra. IX:
5
Agama Konghucu
Bias gender
1.
Tentang kepatuhan
terhadap suami
Dalam kitab agama Konghucu (Mencius III, 2;2) istri yang baik
itu adalah istri yang tunduk dan patuh terhadap printah suaminya, dan istri
yang tidak baik adalah istri yang selalu melanggar perintah suaminya. Jika
seorang istri dapat menuruti perintah suaminya, bukan berarti suami dapat
berbuat sekehendak hatinya, namun suami hendaklah dapat berbuat yang terbaik
untuk istrinya. Bagi khanghucu sebaiknya suami bersikap sebagai seorang kuncu
(manusia budiman) yang dapat menciptakan keharmonisan dalam rumah tangga.
Adil gender
1. Dalam
kitab (Mencius III, 2;2) itu diberi syarat, jika seorang istri dapat menuruti perintah suaminya, bukan berarti suami dapat berbuat
sekehendak hatinya, namun suami hendaklah dapat berbuat yang terbaik untuk
istrinya. Bagi khanghucu sebaiknya suami bersikap sebagai seorang kuncu
(manusia budiman) yang dapat menciptakan keharmonisan dalam rumah tangga.
REFERENSI
1. (Fatimah umar nasif, menggugat sejarah perempuan,,
Jakarta: cp cendekia centra muslim, 1999)
2. (Nur Mukhlish
Zakariya, ”kegelisahan intelektual seorang feminis: telaah pemikiran fatima
mernisi tentang hermenetika hadits” (KARSA, Vol.19 No.2 Tahun 2011)
3. Abdul halim abu
syuqqah, kebebasan wanita jilid I
4. Muhammad
nashiruddin al-albani, ringkasan shahih muslim 1
6. Fatima umar nasif, wanita dalam islam, (Jakarta: cv
cendekia sentra muslim, 2001