Teori Feminis : Keragaman Pemikiran Feminis
Oleh : Syarah Muthia M
1113032100069 PA.B 5
Pengertian dan Sejarah feminisme
Feminisme adalah sebutan gerakan perempuan yang menuntun emansipasi atau kesamaan perempuan terhadap laki-laki. Feminisme berasal dari bahasa latin kata femina yang artinya adalah perempuan. Istilah ini mulai digunakan pada tahun 1890. Feminisme menurut dictionary of sociology yaitu sebuah doktrin bahwa sistemis perempuan tertinggal dibanding laki-laki dan sadaran feminisme muncul stelah banyaknya prempuan yang kritis melihat ketimpngan struktual dan kultural pada kehidupan perempuan yang tidak bisa dijawab melalui teori-teori sosial. Perempuan pun tidak hanya terabaikan oleh dunia domestik tapi juga terbaikan oleh ilmu pengetahuan. Para sosiologis pun berpendapat bahwa sosiologi yang didominasi oleh laki-laki telah mengabaikan perempuan dari berbagai subyek metternya.
Gerakan feminis muncul di Eropa pada saat terjadinya revolusi perancis di abad ke xviii , kemudian menyebar di Amerika Serikat dan ke negara-negara lainnya di seluruh dunia. yakni dimulai dari abad ke-18, namun gerakan ini diakhiri pada abad ke-20. Suara wanita dibidang hukum, khususnya teori hukum, muncul dan berarti. Hukum feminis yang dilandasi dengan sosiologi feminis, filsafat feminis, dan sejsarah feminis merupakan perluasan perhatian wanita di kemudian hari. Pada abad ke 20 banyak yang megeritik terhadap logika hukum yang selama ini digunakan. Walaupun pendapat feminis bersifat pluralistik, namun satu hal yang membuat mereka menyatu yaitu keyakinan mereka bahwa masyarakat dan tatanan hukum bersifat patriaki. Aturan hukum yang dikatakan netral sering kali hanya menjadi kedok untuk pertimbangan politisi dan sosial.
Gelombang feminisme di Amerika Serikat mulai lebih keras bergaung pada era perubahan dengan terbitnya bukuThe Feminine Mystique yang ditulis oleh Betty Friedan pada tahun 1963. Buku ini ternyata berdampak luas, lebih-lebih setelah Betty Friedan membentuk organisasi wanita bernama National Organization for Woman (NOW) pada tahun 1966 gemanya kemudian merambat ke segala bidang kehidupan. Dalam bidang perundangan, tulisan Betty Fredman berhasil mendorong dikeluarkannya Equal Pay Right (1963) sehingga kaum perempuan bisa menikmati kondisi kerja yang lebih baik dan memperoleh gaji sama dengan laki-laki untuk pekerjaan yang sama, dan Equal Right Act (1964) dimana kaum perempuan mempunyai hak pilih secara penuh dalam segala bidang Gerakan feminisme yang mendapatkan momentum sejarah pada 1960-an menunjukan bahwa sistem sosial masyarakat modern dimana memiliki struktur yang pincang akibat budaya patriarkal yang sangat kental. Marginalisasi peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan, khususnya ekonomi dan politik, merupakan bukti konkret yang diberikan kaum feminis.
Gerakan perempuan atau feminisme berjalan terus, sekalipun sudah ada perbaikan-perbaikan, kemajuan yang dicapai gerakan ini terlihat banyak mengalami halangan. Pada tahun 1967 dibentuklah Student for a Democratic Society (SDS) yang mengadakan konvensi nasional di Ann Arbor kemudian dilanjutkan di Chicago pada tahun yang sama, dari sinilah mulai muncul kelompok "feminisme radikal" dengan membentuk Women´s Liberation Workshop yang lebih dikenal dengan singkatan "Women´s Lib". Women´s Lib mengamati bahwa peran kaum perempuan dalam hubungannya dengan kaum laki-laki dalam masyarakat kapitalis terutama Amerika Serikat tidak lebih seperti hubungan yang dijajah dan penjajah. Pada tahun 1968 kelompok ini secara terbuka memprotes diadakannya "Miss America Pegeant" di Atlantic City yang mereka anggap sebagai "pelecehan terhadap kaum wanita dan komersialisasi tubuh perempuan". Gema ´pembebasan kaum perempuan´ ini kemudian mendapat sambutan di mana-mana di seluruh dunia. Pada 1975, "Gender, development, dan equality" sudah dicanangkan sejak Konferensi Perempuan SeduniaPertama di Mexico City tahun 1975. Hasil penelitian kaum feminis sosialis telah membuka wawasan jender untuk dipertimbangkan dalam pembangunan bangsa. Sejak itu, arus pengutamaan jender atau gender mainstreaming melanda dunia. Memasuki era 1990-an, kritik feminisme masuk dalam institusi sains yang merupakan salah satu struktur penting dalam masyarakat modern. Termarginalisasinya peran perempuan dalam institusi sains dianggap sebagai dampak dari karakteristik patriarkal yang menempel erat dalam institusi sains. Tetapi, kritik kaum feminis terhadap institusi sains tidak berhenti pada masalah termarginalisasinya peran perempuan. Kaum feminis telah berani masuk dalam wilayah epistemologi sains untuk membongkar ideologi sains yang sangat patriarkal. Dalam kacamata eko-feminisme, sains modern merupakan representasi kaum laki-laki yang dipenuhi nafsu eksploitasi terhadap alam. Alam merupakan representasi dari kaum perempuan yang lemah, pasif, dan tak berdaya. Dengan relasi patriarkal demikian, sains modern merupakan refleksi dari sifat maskulinitas dalam memproduksi pengetahuan yang cenderung eksploitatif dan destruktif. Berangkat dari kritik tersebut, tokoh feminis seperti Hilary Rose, Evelyn Fox Keller, Sandra Harding, dan Donna Haraway menawarkan suatu kemungkinan terbentuknya genre sains yang berlandas pada nilai-nilai perempuan yang antieksploitasi dan bersifat egaliter. Gagasan itu mereka sebut sebagai sains feminis (feminist science).
Teori-teori feminisme
Terori feminisme melihat dunia dari sudut padang perempuan
- Teori feminisme kultural
Yaitu memusatkan perhatian pada eksplorasi nilai-nilai yang dianut perempuan bagaimana mereka berbeda dengan laki-lakI
- Teori feminisme liberal
Aliran pemikiran politik ini berada dalam proses rekonseptualisasi, pemikiran ulang, dan penstrukturan ulang. Maksud dari penjelasan teori ini yaitu perempuan mengklaim kesetaraan dengan laki-laki berdasarkan kemampuan hakiki dan menggunakan akal.bahwa ketimpangan gender dihasilkan dari pembagian kerja yang sseksi dan patriakal
- Feminisme radikal
Didasarkan pada keyakinan bahwa perempuan memiliki nilai positif dan keyakinan yang mereka klaim sebgai perendahan dan perempuan beada dimana-mana selalu tertindas
· Feminisme psikoanalitis
Menjelaskan bahwa kekrasan laki-laki terhadap perempuan untuk tunduk
- Feminisme sosialis
Untuk melakukan kritik atas penindasan berbeda namun saling keterkaitan yang dilakukan oleh patriarki dan mengembangkan metode yang eksplisit untuk melakukan analisis sosial dari pemahaman yang luas tentang materialisme serta memasukan pemahaman ttang signifikan gagasan kedalam analisis materialis tentang determinasi kehidupan manusia.
- Feminisme interseksionalitas
Perempuan sering kali tertindas oleh ketimpangan sosial
Teori feminisme berpusat pada tig hal yakni : objek(situasi dan pengalaman perempuan), subjek(perempuan menjadi subjek sentral dalam proses penelitian), bersikap krisis terhadap perempuan.
Tokoh Feminisme
Foucoult ia mwnjadikan ilmu pengetahuan dominasi yang menjadi kelompok-kelompok tertentu dan kemudian dipaksakan unutk memasukan ke dalam kelompok yang lain. Hal tersebut mendukung feminisme
Naffine kita dipaksa mengiyakan sesuatu atas adanya kuasa bergerak dalam relasi-relasidan efek kuasa bukan didasarkan oleh orang yang dipaksa mengiyakan orang lain, tapi dirasakan melalui pikiran dan tingkah laku
Derrida mempertajam bahasa dimana bahasa membatasi cara kita berpikir dan juga menyediakan cara perebuhan. Menekankan bahwa kita selalu berada dalam teks, dimana bahasa menjadi kendaraan untuk kita mengerspresikan apa yang ada dalam pikiran kita.
Teori feminis dan pengaruh terhadap perjuangan perempuan
Sebagai sebuah istilah, feminisme memiliki muatan pejiratif karena berasal dari barat sehingga dianggap tidak sesuai dengn realitas masyarakat di indonesia seperti demonstrasi, membakar celana dalam wanita dan lain-lain yang dikaitkan dengan gerakan feminise yang sangat ekstrem dan sangat bertentangan dengan tradisi agama dan nilai-nilai yang terdapat di Indonesia. Namun disamping itu resistensi gerakan feminisme masih cukup kuat, jadi pengaruh terhadap perjuangan yang berasal dari barat sangat tidaj relevan.